Hore horeee..sore ini sudah kembali ke kota pelajar, Jogjakarta.
Di sambut hujan lumayan deras. Akhirnya, musim hujan datang juga.
Jogja tidak berubah jauh selama satu minggu ini ditinggal ke kota orang. Oh, tidak, ini sedikit berlebihan. Yang berubah adalah tugas yangs menumpuk ditambah jadwal ujian yang menanti.
Oke, saudara-saudara, saya baru saja melewati satu minggu, atau lebih tepatnya, lima hari yang mengesankan di kota lumpia, ibu kota Jawa Tengah, Semarang.
Bertemu sahabat-sahabat baru yang hebat dari berbagai penjuru se Jawa Tengah.
Wuaaaaa, hunn, hunn, ayok karantina Lagi :D
haha..
Kalau masih ingat, berasa kaya akademia afi dimana kita ngga boleh bawa alat komunikasi dan ada beberapa kelas materi. Dan yang ngga kalah sama acara acara di tipi adalah ketik DW(spasi)nama finalis. Salute to mas Ryo Sragen dan Esfa Wonosobo, kalian kenapa bisa dapet sms paling banyak???ck.ck.ck…applause doong buat merekaaaaa! Prok..prok..prok..hahaha :p
Oke, katanya, awalnya kami masih jaim, belum berbaur, mungkin merasa masih asing dengan lingkungan baru. Tapi di malam itu setelah apresiasi seni dimana Tendy sama Putri duet nyanyiin malam terakhirnya roma irama, waaaahhh, jogged semuaaaa…belom lagi Vina Tegal yang malem itu kita daulat jadi suzanna karena dandanannya yg mirip banget joged2 juga di stage..ahaha..
atau waktu alumni nyanyiin ekspresi kita kompak triak triak dan pas lagunya tompi menghujam jantungku, hahaha…sorry, gung, salah2 mulu pas agung ngajak joged bareng :p
tapi, pas lagu kemesraan dan kita saling pegangan tangan buat lingkarang kecil, aduuh, satu satu pada nangis..yeah, lagunya leaving on a jet plane yg mba dini bawain pas apresiasi seni tadi juga pas sama suasana kita saat itu yang esoknya emang mau pisah..huhuhuhu…:((
Sebenarnya, awalnya ga akan menyangka kalau rasanya akan sedekat ini kalau udah berakhir..huhu*mellow*
Yang ada tiap hari jam 5 pagi harus sudah siap olah raga, jam 6 sarapan, jam 7 kelas, begitu setiap hari. Kecuali kunjungan hari terakhir sekaligus jalan-jalan. Belom lagi kalau telat, yaaaa, mas Arief pasti teriak teriak dan kita berasa mahasiswa baru yang lagi di ospek..teganyaaaaa..hhuhuu..
Tapi, tau nggak, waktu satu per satu pasangan masuk di backstage pas mau grandfinal, wooww,,kalian cantik cantik dan ganteng-ganteng bangeeeettt..udah ga mikir deh siapa yang bakal masuk 10 besar and who will be the next tourism ambassador of central java????
hmm,,congrat buat Agung sama Putri. Walaupun Agung kalo ngomong bahasa inggris kaya kereta cepet banget..hhehe..dan putri yang lucu nyebutin namanya berasa kaya cinta Laura..hahaa…I like ur way to say ur name, hunn ^^
Kalian emang pantes.
Dan buat semuamua yang dapet selempang lainnya, selamat yaaaaaaaaaaaa…
Bukan masalah gelar apa yang akhirnya kita dapet dari event ini, karena semua udah jadi duta wisata jawa tengah melalui kota masing-masing.
Bukan hasilnya, tapi proses dan pengalaman berharga yang kita dapat selama beberapa hari mengensankan ini yang bernilai buat jadi acuan bahwa kita masih harus dan terus untuk selalu belajar.
Terus komunikasi yaa...
Sayang kalian semuaaaaa :)
cuupss, mmuah ^
Selasa, 17 November 2009
Selasa, 20 Oktober 2009
hati
Saya kasihan, sebenarnya, dengan hati saya.
Awalnya, tak ada maksud sama sekali untuk membuatnya sering sesak akhir-akhir ini.
Saya sayang hati saya.
Siapapun, ingat ya, siapapun, tak ada yang berhak untuk menyakitinya.
Tapi, kadang saya sendiri tak bisa menjaga dan akhirnya, si hati meringis, perih, kesakitan.
Saya bingung sendiri saat si hati ingin menangis, sedikit meronta dan meminta.
Bingung harus berbuat apa.
Bingung bagaimana mendiamkannya agar tak mengeluarkan setetes pun air mata.
Kadang saya suka kelabakan. Apa harus dibelikan mainan agar si hati tak merasakan itu semua dan menjadi longgar? Oh, ya ampun, hati saya bukan anak kecil! Maka, raga yang akhirnya berkamuflase dengan mimik yang tetap dibuat ceria. Sang hati pun terselamatkan.
Hati ini teman hidup saya. Dia yang paling mengerti segalanya, karena omong kosong saat orang lain berkata bisa merasakan apa yang kita rasakan karena mereka tidak benar-benar bisa. Mengerti apa mereka?! Bahkan hati mengerti saat saya tak perlu bercerita.
Untuk waktu yang belakangan ini seperti berperang dengan hati, untuk perasaan yang membuat hati berkecamuk, untuk cinta yang bermain dengan hati.
Kabar hati saya sedang tidak baik-baik saja.
Awalnya, tak ada maksud sama sekali untuk membuatnya sering sesak akhir-akhir ini.
Saya sayang hati saya.
Siapapun, ingat ya, siapapun, tak ada yang berhak untuk menyakitinya.
Tapi, kadang saya sendiri tak bisa menjaga dan akhirnya, si hati meringis, perih, kesakitan.
Saya bingung sendiri saat si hati ingin menangis, sedikit meronta dan meminta.
Bingung harus berbuat apa.
Bingung bagaimana mendiamkannya agar tak mengeluarkan setetes pun air mata.
Kadang saya suka kelabakan. Apa harus dibelikan mainan agar si hati tak merasakan itu semua dan menjadi longgar? Oh, ya ampun, hati saya bukan anak kecil! Maka, raga yang akhirnya berkamuflase dengan mimik yang tetap dibuat ceria. Sang hati pun terselamatkan.
Hati ini teman hidup saya. Dia yang paling mengerti segalanya, karena omong kosong saat orang lain berkata bisa merasakan apa yang kita rasakan karena mereka tidak benar-benar bisa. Mengerti apa mereka?! Bahkan hati mengerti saat saya tak perlu bercerita.
Untuk waktu yang belakangan ini seperti berperang dengan hati, untuk perasaan yang membuat hati berkecamuk, untuk cinta yang bermain dengan hati.
Kabar hati saya sedang tidak baik-baik saja.
Sabtu, 17 Oktober 2009
bertutur
Saya masih di Banjarnegara, kota kecil yang banyak orang mengerutkan dahi dan menjawab nggak tahu ketika saya bertanya 'tau nggak?'
Malam tadi, kami, sekeluarga baru saja mengadakan pengajian seratus hari meninggalnya mbah putri. Ini memang bukan tuntunan agama, hanya budaya masyarakat yang tidak ada salahnya juga bila dilaksanakan, intinya silaturhami dan selalu ingat yang Kuasa, bahwa kita pun akan diambil kapan saja, sewaktu-waktu.
Jadi ingat teman satu kelas saya di kampus, Yaya namanya, yang lebih dulu kembali kepangkuanNya saat Ramadhan kemarin. Kapan giliran kita?
Semoga bekal kita cukup nantinya ya, karena ga mungkin untuk minta transfer saat kehabisan bekal itu. Hanya amal dan sepi yang menemani.
Ohoho, maaf, awalnya sama sekali tak ada niat untuk menulis tentang itu. Hanya mengikuti jari-jari saya yang bergerak kesana kemari. Jadilah ini...
Malam tadi, kami, sekeluarga baru saja mengadakan pengajian seratus hari meninggalnya mbah putri. Ini memang bukan tuntunan agama, hanya budaya masyarakat yang tidak ada salahnya juga bila dilaksanakan, intinya silaturhami dan selalu ingat yang Kuasa, bahwa kita pun akan diambil kapan saja, sewaktu-waktu.
Jadi ingat teman satu kelas saya di kampus, Yaya namanya, yang lebih dulu kembali kepangkuanNya saat Ramadhan kemarin. Kapan giliran kita?
Semoga bekal kita cukup nantinya ya, karena ga mungkin untuk minta transfer saat kehabisan bekal itu. Hanya amal dan sepi yang menemani.
Ohoho, maaf, awalnya sama sekali tak ada niat untuk menulis tentang itu. Hanya mengikuti jari-jari saya yang bergerak kesana kemari. Jadilah ini...
Jumat, 16 Oktober 2009
Cerita kecewa
Ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Apalagi untuk mendapatkan selempang dan gelar itu.
ah, sama sekali tak ada bayangan. Walaupun harapan dan keinginan tetap ada. tapi, semua dilakukan tanpa disertai obsesi yang menggebu gebu dengan semangat yang berkobar kibar.
tapi, setelah ternyata Tuhan menyampaikan amanatnya melalui perantara selempang *yang derajatnya belum seberapa* itu, mau bagaimana lagi?
Bukan pasrah, tapi menerima dengan senang hati.. syalalalalalaaaa... :DD
Dan selanjutnya, seperti yang tak pernah terbayangkan itu, terjadilah.
Mungkin, kalau ga salah dan ga lupa, ini sudah minggu ke tiga saya bolak balik Jogja-Banjarnegara. Buat apa? Ya itu tadi, semoga anda bisa menangkap maksud saya, jangan sampai jatuh ya, nanti pecah! *???@$#%*
Awalnya, saya pikir ini bukan perjalanan yang melelahkan.
tapi kenyataannya sungguh berbeda sodara-sodaraaaaa...
Apalagi jika schedule yang ditetapkan tidak sesuai seperti apa yang direncanakan..
See, ini menjadikan saya membabi buta untuk mencari seorang manajer pribadi..*upss, serasa public figure kelas bintang sebelas*
Sebagai sebuah Instansi kedinasan di lingkup pemerintah, yang saat ini menaungi saya, harusnya mampu untuk menghandle segalanya sebagai konsekuensi dan kontrak kerja selama satu tahun ini. Mungkin, ini akan lain ceritanya kalau saya ada di kota yang sama dan tak perlu ada di jalanan panjang setiap minggunya 'hanya' untuk sekedar fitting baju atau mengisi formulir pendaftaran di tingkat selanjutnya.
Dan faktanya, saya memang harus sedikit berkorban agar semua lancar. Walaupun, pada akhirnya saya sendiri yang menelan pil pahit dan gigit jari sampai kempot karena ternyata pada kesempatan itu segala agenda yang ada hanya buaian.
Kenapa tidak dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya?
Sebelum saya meninggalkan Jogja dan rela weekend saya direnggut dengan segala agenda itu?
Rasa capek tadi malam sepertinya makin menjadi. Kaki saya semakin pegal.
Apalagi untuk mendapatkan selempang dan gelar itu.
ah, sama sekali tak ada bayangan. Walaupun harapan dan keinginan tetap ada. tapi, semua dilakukan tanpa disertai obsesi yang menggebu gebu dengan semangat yang berkobar kibar.
tapi, setelah ternyata Tuhan menyampaikan amanatnya melalui perantara selempang *yang derajatnya belum seberapa* itu, mau bagaimana lagi?
Bukan pasrah, tapi menerima dengan senang hati.. syalalalalalaaaa... :DD
Dan selanjutnya, seperti yang tak pernah terbayangkan itu, terjadilah.
Mungkin, kalau ga salah dan ga lupa, ini sudah minggu ke tiga saya bolak balik Jogja-Banjarnegara. Buat apa? Ya itu tadi, semoga anda bisa menangkap maksud saya, jangan sampai jatuh ya, nanti pecah! *???@$#%*
Awalnya, saya pikir ini bukan perjalanan yang melelahkan.
tapi kenyataannya sungguh berbeda sodara-sodaraaaaa...
Apalagi jika schedule yang ditetapkan tidak sesuai seperti apa yang direncanakan..
See, ini menjadikan saya membabi buta untuk mencari seorang manajer pribadi..*upss, serasa public figure kelas bintang sebelas*
Sebagai sebuah Instansi kedinasan di lingkup pemerintah, yang saat ini menaungi saya, harusnya mampu untuk menghandle segalanya sebagai konsekuensi dan kontrak kerja selama satu tahun ini. Mungkin, ini akan lain ceritanya kalau saya ada di kota yang sama dan tak perlu ada di jalanan panjang setiap minggunya 'hanya' untuk sekedar fitting baju atau mengisi formulir pendaftaran di tingkat selanjutnya.
Dan faktanya, saya memang harus sedikit berkorban agar semua lancar. Walaupun, pada akhirnya saya sendiri yang menelan pil pahit dan gigit jari sampai kempot karena ternyata pada kesempatan itu segala agenda yang ada hanya buaian.
Kenapa tidak dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya?
Sebelum saya meninggalkan Jogja dan rela weekend saya direnggut dengan segala agenda itu?
Rasa capek tadi malam sepertinya makin menjadi. Kaki saya semakin pegal.
Selasa, 06 Oktober 2009
Mendung pagi ini, seperti mengerti..
mungkin lama sudah tak mengisi beberapa huruf di sini.
sampai lupa bagaimana entri postingan baru *ini serius*
sudah berbulan bulan, masih sama seperti postingan di bawah ini.
saya seorang pencemburu walaupun sampai saat ini masih dicemburui habis-habisan.
sampai lupa bagaimana entri postingan baru *ini serius*
sudah berbulan bulan, masih sama seperti postingan di bawah ini.
saya seorang pencemburu walaupun sampai saat ini masih dicemburui habis-habisan.
Kamis, 18 Juni 2009
i'm a jeaLouser
haha..apa apaan ini juduLnya??
mendadak kepengen nuLis ajah.
kenapa mendadak?
karena tak sengaja menemukan sesuatu yang patut untuk dicemburui.
hoho..
mendadak kepengen nuLis ajah.
kenapa mendadak?
karena tak sengaja menemukan sesuatu yang patut untuk dicemburui.
hoho..
Senin, 08 Juni 2009
Long time no see
uda Lama ngga nuLis..
huauaaaahhh..terlalu banyak cerita ,
terLaLu banyak agenda,
terlalu banyak masalah,
terlalu banyak ...
aaargggh..
besok pulang kampung. Berharap benar-benar tenang di minggu tenang ini.
hupf..
huauaaaahhh..terlalu banyak cerita ,
terLaLu banyak agenda,
terlalu banyak masalah,
terlalu banyak ...
aaargggh..
besok pulang kampung. Berharap benar-benar tenang di minggu tenang ini.
hupf..
Langganan:
Postingan (Atom)