Tampilkan postingan dengan label renungan diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan diri. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2013

Menikah dan Hamil

Whoops, ini adalah postingan pertama saya. Pertama? Iya, setelah jadi istri.


Jadi ceritanya, 5 Oktober 2013 di Banjarnegara kemarin ribuan Malaikat turun menyaksikan sakralnya prosesi akad nikah dengan raut muka Bapak yang tegang dan saya yang saking nervousnya sama sekali nggak berani menatap suami (ciee suami...), sampai prosesi selesai, walaupun duduk bersebelahan. 

Ternyata Mas Idok--Ini kali pertama saya nulis pakai kata 'Mas' di blog ini. FYI, beberapa bulan sebelum menikah saya memutuskan untuk perlu menambah imbuhan 'Mas' dan nggak cuma sekedar Idok. Walaupun cuma selisih umur dalam hitungan bulan, tapi ternyata it works, lho! Kalau punya pasangan yang juga seumuran, cobain aja sendiri, you will know what I feel--lebih banyak dan lebih sering update blog dibanding saya. Jadi, silakan lebih lanjut baca blognya Mas Idok di sini. Karena postingan ini sengaja akan saya isi dengan cerita yang super duper dahsyat tentang gambar di bawah ini;


Buat yang belum tahu, gambar di atas adalah alat test kehamilan yang saya coba setelah beberapa hari curiga karena tamu bulanan tak kunjung datang. Rabu pagi, 20 November 2013, dari BAK (Buang Air Kecil) yang pertama saya mendapatkan hasil testpack dengan 2 garis strip dimana garis satu-nya masih terlihat samar. Tapi berdasarkan petunjuk di testpack yang saya gunakan waktu itu (SENSITIF) katanya walaupun samar, tapi kemungkinan besar sudah positif hamil. Singkat cerita, besok malamnya, untuk memastikan kami memutuskan untuk pergi ke sebuah RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) yang pada pertemuan pertama, si dokter OBSGYN meninggalkan kesan yang kurang baik. Padahal, saya memilih kesitu setelah browsing dan mendapatkan review yang baik dari beberapa source yang saya baca. Tapi namanya orang kan beda-beda ya, mungkin si A cocok sama dokter ini, si B enggak begitu. Tapi yang jadi kabar gembiranya adalah saya benar-benar postitif hamil dengan rahim yang sudah menebal. Horray, Alhamdulillah!

Kebetulan, esoknya kami ada rencana pulang ke Banjarnegara. Oya, setelah menikah saya tetap tinggal di Jogja, bedanya udah bukan anak kos lagi. hihihihi ...Jadilah kepulangan ini sekalian kami atur untuk memberi kabar indah nan bahagia ini. Btw, saya saranin untuk yang mau beli testpack buat persediaan di rumah, mending beli aja OneMed (seperti gambar di atas). Saya beli di Apotek K24 harganya per satuannya Rp. 1.500. Hasilnya juga bagus. Nggak kalah sama SENSITIF yang harganya Rp. 25.000 itu :D

Sekarang, usia kehamilan saya udah masuk minggu ke-8 terhitung sejak hari pertama mens terakhir yaitu tanggal 30 Oktober 2013 ( bisa itung sendiri kan 'cuma' berapa hari dari tanggal nikah.hihihi...)

Dan drama hamil muda pun dimulai. Sekitar 2 minggu setelah tau saya hamil sama sekali nggak ada keluhan apa-apa. Makan enak, tidur enak, mual enggak, muntah enggak, ngidam juga enggak. Tapi setelah itu hari-hari rasanya lumayan cranky karena saya sepertinya jadi orang paling males sedunia. Gimana enggak, biasanya, saya paling kesel kalau suami males mandi sore. Sekarang, saya hampir nggak pernah mandi sore. Jarang masuk dapur karena baunya nggak enak. Kalaupun masuk dapur biasanya saya tutup hidung dan ada satu pashmina yang saya jadikan tutup alias masker. Alhasil, suami yang jadinya bikin susu dan bikin sarapan instan sendiri. Nggak ada hari tanpa mual dan muntah. Tapi, Alhamdulillah nggak ada makanan yang jadi anti. Sampai sekarang semua makanan masih doyan. Tapi ya itu, mual dan muntah tetap ga bisa terhindarkan. Tapi Alhamdulillah lagi, si baby yang sekarang masih berukuran milimeter itu baik-baik aja. Ini foto waktu kami kontrol beberapa hari lalu di RS Queen Latifa;


Ternyata, muntah saat hamil merupakan perubahan hormonal yang dialami hampir semua ibu hamil trimester pertama. Selain itu, hamil muda juga bikin sensitif, cengeng dan ehm, manja. So, many many many thanks buat Mas Idok yang super duper sangat sangat sabar dan baik sekali melayani ibu hamil muda yang rewel ini. Percayalah, Nak, trimester pertama ini akan segera kita lewati sebentar lagi dan masuk ke bulan-bulan berikutnya dengan lebih ceria dan enerjik!

Sekian cerita panjang lebar kali ini. 
Salam, saya, suami dan si baby. Doakan kami sehat-sehat terus ya!

Selasa, 24 Juli 2012

Birthday in Ramadhan

Halo! 
Posting terakhir masih 2011, dan kali ini kita bertemu lagi di usia saya yang tak lagi muda. Aha! ada 2 angka 2 yang bersebelahan. Alhamdulillah, masih diberi kesempatan menyambut usia baru dengan segala hal yang selalu luar biasa yang Tuhan beri dalam hidup.

Ulang tahun kali ini, 23 Juli 2012, bertepatan dengan hari ke-4 Ramadhan, untuk saya, dan ke-3 Ramadhan untuk sebagian dari kamu. 
Ulang tahun kali ini, sahur di Banjarnegara dan buka puasa di Jogja.
Ulang tahun kali ini, kali pertama dapat surprise dan membuat pagi penuh balon tiap membuka mata. Kita lihat saja tanggal berapa balon-balon ini akan melempem dengan sendirinya.

Siapa lagi kalau bukan Idok yang merancang semuanya. Dengan segala keanehan yang terjadi sepulang kerja sore itu, buka pintu kamar kos dan "SURPPRIIIISEE!!" Hulalaaaa, selain Idok, ada Erma dan juga Taka di dalamnya! Woot, lengkap dengan balon yang dilempar dan ditempel-tempel di dinding. Tak lupa juga kertas krep di sana-sini. Okay, feel like a teenager! :)


Dan, kejutan tak hanya sampai di sini. Kenapaaa? karena masih ada sekotak kado dari Idok, satu slice red velvet dari Erma, satu bungkus kado dari Tiwi dan, menyusul kemudian ada Dodo dateng, Wulan sama Nina juga, Jofan sama Cecep juga! Dani juga! Aduh, mendadak kaget! Jadi, nanti makan dengan bayar orang segini banyak? Yakin Idok pasti nggak mikir sampai sini :|






Tak kalah mengagetkan adalah ternyata Idok sudah menyiapkan satu baskom kelapa muda, puluhan cup gelas plastik lengkap dengan sendoknya, 1 kresek donat dan risoles, 2 botol besar softdrink, dan aneka snack ringan. Oke, sudah siap jadi Bapak rumah tangga, kan? :p


Jelas, semuanya disiapkan untuk membatalkan puasa. Ah, senang rasanya bisa cemal-cemil bareng sesaat setelah Adzan Maghrib berkumandang. Nah, setelah solat Magrib inilah isi dompet diuji. Baiklah, itung-itung syukuran dan berbagi untuk orang yang berpuasa. Pahalanya sama kan. Secara, kebetulan sampai hari ini saya belum bisa berpuasa karena datang bulan. uhuk.


Hari itu pun ditutup dengan foto setengah PeDe di wall of fame sebuah warung makan steak terkenal di Jogja. Dari sini, Anda tahu kami makan dimana.


Oiya, sesorean itu saya pakai baju kembaran dari Idok. Jadi, ini kenapa dia pernah kaget saat lihat distro khusus couple. Mungkinkah baju ini dia beli di sana? Ah, dimanapun sih, saya tetap berterima kasih. Walaupun katanya seperti baju tahanan. Tapi lucu. Memang perempuan suka yang lucu-lucu. Pantes saya betah sama Idok. Dia lucu, sih :p


Terimakasih semua. Ini kali pertama ulang tahun ada surprise seperti ini. Terima kasih Idok yang pasti sudah menyiapkan semuanya entah dari kapan. Sudah mengundang teman-teman dan merancang semuanya jadi meriah. Alhamdulillah, usia yang baru rasanya seperti ada tanggung jawab baru. Pasti, karena tahun ini rasanya seperti memasuki gerbang baru.

Terima kasih juga untuk doa dan harapan yang diberikan baik melalui sms, twitter, facebook, bbm, maupun langsung tatap muka. Nah, bagian ini udah berasa artis yang speech saat dapat award :D
Tentu yang paling penting adalah doa orang tua yang selalu mengalir. Doa keluarga yang selalu ada. Tak bisa sampai ada di titik ini tanpa mereka semua.

Semoga menjadi pribadi yang baik, yang sejahtera dan mensejahterakan, yang bahagia dan membahagiakan, yang bisa bermanfaat untuk orang lain.

Alhamdulillah. Terima kasih :)

Minggu, 19 Juni 2011

'Tuk Calon Suamiku'

It's such an inspiring story, girl :)


WAHAI CALON SUAMIKU

ketahuilah…

sesungguhnya tidaklah aku ingin menikah melainkan karena aku tidak ingin mati dalam keadaan agamaku ini hanya setengah. [1]

dan tidaklah aku ingin menjadi orang yang menikah melainkan karena aku meyakini janji Alloh bagi orang yang menikah itu benar adanya.

tahukah kau bahwa setiap hubungan suami isteri yang halal itu adalah sedekah yang dapat mendatangkan pahala?! [2]

tahukah kau bahwa hanya dengan merengkuh tangan isteri maka berguguranlah dari jari jemari dosa-dosa?! [3]

dan tahukah kau bahwa bila seorang isteri meninggal dunia sementara suaminya dalam keadaan ridha padanya maka ia akan masuk surga?! [4]

dan bila semasa hidup dia taat kepada Alloh dan taat pula kepada suaminya maka ia boleh memasukinya dari pintu mana pun yang ia suka?! [5]

duhai, calon suamiku…

tidak lah aku ingin menjadi seorang isteri melainkan karena janji Alloh yang satu ini.

karena sesungguhnya aku takut mengetahui bahwa penghuni neraka itu kebanyakan wanita. [6]

dan hanya kepada Alloh aku berharap perlindunganNya dan petunjukNya di manapun aku berada.

wahai calon suamiku…

telah ditakdirkan Alloh bahwa akhirnya engkau memilihku.

semoga inilah perlindungan dan petunjuk yang Dia berikan agar aku bisa mendapatkan kebenaran janji Alloh itu…

namun, wahai calon suamiku,

aku ingin kau menyadari bahwa aku bukanlah makhluk yang sempurna seperti juga dirimu.

maka mengertilah bahwa setelah kita menikah nanti akan banyak hal baru yang akan sama-sama kita ketahui

insya Alloh, akan kujaga apa yang harus kujaga darimu,

dan kuharap kau pun menjaga apa yang harus kau jaga dariku. [7]

bila kau menemukan ketidaksukaanmu padaku karena kekuranganku

maka bersabarlah, calon suamiku…

karena kadang-kadang pada sesuatu yang tidak kau sukai, Alloh menjadikan kebaikan padanya. [8]

temukanlah kelebihan yang kau sukai dari diriku,

bukankah kau memiliki alasan mengapa kau ingin menikahiku?! [9]

tetapi, wahai calon suamiku…

bila ketidaksukaan yang kau temukan itu adalah karena kesalahanku,

maka nasehatilah aku, pisahkanlah tempat tidurku dan pukullah aku bila akhirnya aku meninggalkan kewajibanku. [10]

namun janganlah kau bermaksud menyakitiku hingga membahayakan hidupku karena aku adalah bagian dari dirimu. [11]

janganlah kau luruskan kebengkokanku, karena aku bisa patah [12]

tetapi berhati-hatilah terhadapku, karena aku bagaikan gelas kaca [13].

ingatlah bahwa manusia yang baik adalah yang baik pada keluarganya,

dan lelaki yang baik adalah yang baik pada isterinya. [14]

dan cukuplah engkau menjadikan aku seseorang yang patuh kepadamu dengan menjadi seseorang yang pantas aku patuhi.

sehingga aku mempunyai alasan mengapa aku harus berhias setiap hari,

dan mengapa aku harus menjaga diriku, kehormatan dan juga hartamu saat kau tidak ada di sisi… [15]

jadikanlah aku sebaik-baik perhiasan duniamu [16], hartamu yang paling berharga [17]…

-Mutiara-

*Footnote

1. Hadits Riwayat Al-Hakim, artinya: Barangsiapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.

2. Hadits Riwayat Muslim, artinya: dan kalian jima’ dengan isteri pun sedekah. Bukankah bila syahwat disalurkan pada tempat yang haram maka akan mendapatkan dosa? Maka demikian pula bila disalurkan pada tempat yang halal, maka akan mendapatkan pahala.

3. Riwayat Maisarah, artinya: Sungguh, ketika suami isteri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan keduanya dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan isteri (meremas-remasnya), berguguranlah dosa-dosa keduanya dari sela-sela jari-jemari.

4. Hadits Riwayat Ibnu Majah, artinya: Siapapun wanita yang meninggal dunia sedang suaminya meridhainya maka dia akan masuk surga.

5. Hadits Riwayat Ath Thabrani, artinya: jika seorang wanita mengerjakan shalat 5 waktu, berpuasa satu bulan penuh (Ramadhan), dan mentaati suaminya, maka hendaklah ia memasuki dari pintu surga manapun yang dia kehendaki.

6. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Telah diperlihatkan api naar kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah kaum wanita.

7. (a) Hadits Ibnu Abi Syaibah, artinya: Di antara manusia yang paling rendah derajatnya di sisi Allah padahari kiamat adalah seorang suami yang jima’ dengan isterinya lalu menyebarkan rahasianya. (b) Hadits At Tirmidzi, artinya: dan hak kalian (suami) atas mereka (isteri) adalah mereka tidak mengajak orang yang kalian benci untuk mendatangi tempat tidur kalian serta tidak mengizinkan orang yang kalian benci memasuki rumah kalian

8. An Nisa’: 19, artinya: Dan bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

9. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Seorang wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunanannya,, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung.

10. An Nisa’: 34, artinya: Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (meninggalkan kewajiban sebagi isteri), maka nasehatilah, pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.

11. (a) Al-Hujurat: 10, artinya : Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara” (b) Hadits Riwayat: artinya : Perumpamaan kaum muslimin dalam cinta kasih, dan lemah lembut serta saling menyayangi antara mereka seperti satu jasad (tubuh) apabila satu anggotanya merasa sakit, maka seluruh jasadnya ikut merasa sakit.

12. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Bersikap baiklah terhadap wanita. Karena mereka itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas. Kalau kamu berusaha meluruskannya, maka ia akan patah.

13. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Wahai Anjasyah, perlahanlah, sebab bawaanmu adalah gelas-gelas kaca.

14. (a) Hadits Riwayat At Tirmidzi dan Ibnu Majah, artinya: sebaik2 kalian adalah yang baik kepada keluarganya. (b) Hadits Riwayat Imam Hakim: artinya: sebaik-baik kalian adalah yang baik kepada isterinya

15. Hadits Riwayat Ahmad, artinya: Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang paling berharga? Yaitu wanita sholihah yang suaminya menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya.

16. Hadits Riwayat Muslim, artinya: Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholihah.

17. Lihat No. 15

Selasa, 12 April 2011

Dicintai Tuhan

Pagi itu saya mendapat kesempatan mengikuti workshop yang diadakan oleh UKM Madawirna, Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam-nya UNY. Hari itu Sabtu, 9 April 2011. Kalau tidak gratis, dipastikan saya tidak akan mau ikut. Secara itu hari Sabtu. Harinya mahasiswa berleha-leha.

Kesempatan mengikuti workshop cuma-cuma ini merupakan fasilitas yang diberikan Madawirna kepada semua UKM yang ada di UNY, termasuk Magenta Radio dimana ada saya di dalamnya. Berangkatlah saya dan Ucup, atas nama Magenta ke workshop itu.

Nama acaranya “Workshop Sarjana + + (baca : plus-plus)”. Awalnya kurang begitu bersemangat. Datang sedikit terlambat. Masuk ruangan, sudah sambutan dari Bp. Prof.Dr Jumadi (maaf, dikoreksi kalau salah), selaku perwakilan dari pihak rektorat. Langsung menuju ke bangku depan yang masih kosong, saya dengarkan saja sambil lalu apa yang beliau sampaikan.

Sampai ketika Profesor Jumadi selesai memberikan sambutan, Mas MC melemparkan pertanyaan, ‘Apa sih yang membuat Bapak bisa sukses seperti sekarang ini?’, Si profesor dengan santai menjawab, ‘Dicintai Tuhan’.

Pernahkah berfikir sejenak mengapa orang tua rela memberikan apapun untuk anaknya? Bekerja banting tulang untuk mencari nafkah, mengumpulkan pundi-pundi finansialnya untuk menghidupi keluarga, sekolah anak-anaknya, sandang,pangan dan papan.

Pernahkah sejenak merenung atas dasar apa ada lelaki yang rela meluangkan waktu, tenaga dan perhatian untuk wanitanya?

Mungkin ini terdengar klise sekali ya, tapi itu semua karena cinta. Cinta yang besar dan tulus dari orang tua ke anak dan keluarganya membuat mereka rela bekerja siang malam setiap hari demi orang-orang yang dicintainya. Memberikan apapun selagi mampu untuk anak-anaknya. Pun juga dengan cinta lelaki pada wanitanya. Dengan sayang dan perhatian, semua diberikan untuk dia yang dikasihinya. Apalagi kalau bukan karena cinta?

Tuhan juga demikian, kawan. Dia begitu cintanya pada kita,umatNya. Nafas untuk hidup, kaki dan tangan, akal yang sempurna, kesempatan yang selalu diberikan, kehidupan yang layak. Jika ingin mendapatkan apa yang kita minta, apa yang kita harap, buatlah Tuhan mencintai kita sepenuhnya. Berbuatlah manis agar Ia mengasihi, merahmati dengan cintaNya dan menaungi dengan rahmatNya. Untuk doa dan harapan yang ingin dijabani, cintailah Tuhan.

Regards,
Julia Alela


Jumat, 22 Mei 2009

beLajar

Aku belajar banyak beberapa waktu belakangan ini.
Tentang bagaimana menyikapi banyak kepala dengan berbagai ide yang muncul.
Tentang tugas yang menjadikan pengalaman baru, kata temanku, investasi masa depan.
Tentang waktu, yang lagi-lagi, aku belum bisa memanfaatkannya dengan baik saat diri ini secara tak langsung terforsir. Makan tak teratur, air putih yang masuk hanya beberapa teguk setiap harinya, tidur pun tak cukup.
Tentang cerita berorganisasi yang membuat pikiran dipenuhi deadline apalagi jika banyak sanggahan yang masuk. Aku benci rasa ini. Tapi memberikan kepuasan tersendiri saat semua berakhir. Kemudian aku bisa berujar ‘ternyata aku bisa’.
Pun tentang cinta yang ternyata menjadi riskan ketika, ah, susah sekali untuk menjelaskannya.

Tapi aku belum belajar satu hal, mencintai informatika.
Seakan hanya menjadi sebuah rutinitas, berangkat, duduk manis menjadi mahasiswa yang baik, dan pulang.

Terimakasih untuk matamata yang menjadi khawatir karena aku yang bandel, yang tak nurut dan membiarkan ‘menyiksa’ perutku sendiri.

Pagi tadi temanku menanyakan apa hal yang paling indah menurutku?
Aku jawab ; bersyukur atas semua yang ada setiap waktunya.

Jumat, 03 April 2009

Sujud panjangku malam ini

Tuhan,dalam sujud panjangku tengah malam ini, aku ingin mengadu sejadi jadinya.

Hidupku sekarang seperti jauh dariMu.
menjauh, semakin jauh.

Aku jarang memohon dalam setiap doa, apalagi mohon ampun atas segala dosa. yang ada hanya sekedar menunaikan kewajiban dan, selesai.
Serasa suci dan terbebas dari kata dosa, tak sedikitpun doa yang keluar. Bahkan, untuk berzikir barang beberapa menit pun tidak.
Ya Allah, entah apa yang ada dipikiranku sekarang. Mungkin terisi sesak oleh setan setan kurang ajar yang setiap harinya pesta pora karena telah berhasil membuatku tak berdaya.

Mungkin juga sudah tak ada lagi yang 'mengaturku' di sini. Aku bebas melakukan apapun yang aku mau, termasuk, contoh kecilnya, solat subuh saat matahari telah bertengger dengan perkasa menjalankan tugasnya.

Aku seperti sendiri sekarang, menjalani hidup yang luar biasa dahsyat. Tak ada yang menopang untuk menjadi lebih baik, khususnya dalam hal merengkuhMu, Tuhan. Harusnya aku bisa sendiri, mandiri. Tapi yang ada, ternyata aku masih anak kecil yang harus dibimbing.

Tuhan,
aku harus apa?? aku lelah menjalani hidup yang jauh dariMu. Ingin dekat, tapi setan itu kembali menghasut, atau malah sebenarnya, setan itu aku sendiri yang tak mau berubah?
aku rindu untuk terus mengadu seperti ini setiap malam. Tapi aku terlena dengan aktivitas dunia yang memakan banyak waktu dan menyerap cukup tenaga.

Kamis, 26 Maret 2009

Mendamba Seorang Dewasa

Aku mendambakan seorang dewasa, yang mampu mebimbingku meniti jalan.
Membantuku berdiri ketika terjatuh, memapahku ketika jatuh itu meninggalkan luka, menggenggam erat hati ini ketika berontak, memberikan segala ilmu yang belum kutahu, membantuku menata hidup yang sepertinya semakin kesini semakin tak tertata, menjadi imam ketika jiwa dan raga ini rapuh menyapaNya, menjadi tempat bertanya saat aku tak tahu kemana.

Aku mendambakan seorang dewasa, yang candanya pun memberikan sebuah isi, amarahnya menyimpan sejuta arti, dan bahkan bencinya merupakan sebuah kasih.

Sadar tak seorangpun hambaNya yang sempurna, begitu juga dengan diri ini.
Selalu berusaha berbuat seperti yang Ia inginkan untuk menagih janjiNya kelak ; wanita yang baik, untuk lelaki yang baik.

Senin, 23 Maret 2009

don't give up, my sista !



dia menulis keluhannya di bulletin friendster beberapa waktu yang lalu.
dia bercerita tentang nilai dan peringkatnya yang turun.

Sebentar lagi UN itu datang..
don't give up, sis!
u can, u can !

semua berdoa yg terbaik.
Bapak, Ibu, mba eLa, ais.
Yang rajin ya belajarnya. Solat malam jangan lupa. Belajar memang capek, kalau ngga capek namanya bukan belajar, ngga lulus, selesai. Tapi bukan itu kan yang diinginkan? Untuk hasil yang memuaskan, kita harus hajar !!

wish u luck and all the best !:)

Jumat, 20 Maret 2009

Aku ingin itu

banyak orang bisa dapat sesuatu yang aku inginkan.
Kenapa mereka??kenapa bukan aku yang benar2 amat sangat menginginkan itu?
padahal aku pun akan berjanji untuk bersungguh sungguh menjalankan semuanya jika yang aku inginkan itu benar-benar aku raih sekarang.

orang bilang, yang sekarang ini yang terbaik. orang bilang, mungkin bukan jalanku di sana. orang bilang, jalani aja. orang bilang, nanti juga lama-lama kamu bisa, eya.
ya, orang lain bisa banyak bicara.
tapi mereka sama sekali tak tahu,
hatiku berontak ingin memperoleh itu. amat sangat ingin.

apa aku harus menyalahkan sebuah sistem yang secara eksplisit bisa dibilang 'tidak adil'??
atau malah menyalahkan sang Pencipta dengan segala rencana indahNya??
seharusnya, aku bisa menerima dengan lapang hati, menjadi manusia terbaik sepanjang sejarah dengan memasang senyum palsu pada semua orang dan berkata aku senang di sini.

ohohoho...
selalu merasa iri pada mereka yang bisa mendapatkan itu.
Selalu merasa kalau aku pun pantas berada di anatara mereka.

Walaupun selalau yakin 100% terhadap ridho orang tua.
Mereka bilang selalu ingin yang terbaik untukku.
Tapi, yang terbaik apa jika aku sama sekali tidak nyaman dan bahkan serasa setiap harinya melakukan sesuatu yang sia-sia.

Kematian pun bercerita

hari ini satu orang--setidaknya yang aku tahu--telah berpulang padaNYA..
Omku, suami tanteku, ayah sepupuku.

Ibu mengabarkan lewat short message service yang dikirim beberapa waktu yang lalu.
terhenyak, karena tak ada berita sebelumnya yang mengabarkan bahwa beliau sakit atau kecelakaan atau apa.

Hanya sedang bersih bersih halaman, tiba tiba tertelungkup, jatuh dan saat ditolong oleh tetangga, nyawanya sudah pergi, melayang, tenang, Insya Allah..

Betapa waktu begitu cepat, berlalu, tanpa disadari satu demi satu dari kita akan mengalami hal serupa. Mati, sendiri dan meninggalkan semuanya yang tercinta..

Innalillahi...
Semoga bisa lebih baik agar mendapatkan tempat indah di sisiNya.amin

Semua berujar

semua berujar
semua berkata..
tanpa peduli hati lawan bicara.
hanya berprasangka,
tak tahu yg sebenarnya...
lalu apa?
kemudian hanya diam tanpa kata..
yang ada hanya sebercik rasa tak berdaya setelah mendengar ocehannya...

ingin berteriak sekeras-kerasnya.
tak terima,
tak mau dianggap seperti apa yang dikatakannya..

aku hanya bisa apa..??
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...