Senin, 23 Maret 2009

don't give up, my sista !



dia menulis keluhannya di bulletin friendster beberapa waktu yang lalu.
dia bercerita tentang nilai dan peringkatnya yang turun.

Sebentar lagi UN itu datang..
don't give up, sis!
u can, u can !

semua berdoa yg terbaik.
Bapak, Ibu, mba eLa, ais.
Yang rajin ya belajarnya. Solat malam jangan lupa. Belajar memang capek, kalau ngga capek namanya bukan belajar, ngga lulus, selesai. Tapi bukan itu kan yang diinginkan? Untuk hasil yang memuaskan, kita harus hajar !!

wish u luck and all the best !:)

Minggu, 22 Maret 2009

ESQ Angkatan-14 Mahasiswa Jogja

Mantaaabb !!

Dapat kesempatan di hari ke-2, hari puncak, saat penerbangan ada di titik tertinggi.
Menangis tersedu sedu saat materi Katarsih (bener ngga sih tulisannya gini??)
Subhanallah..Laailaahaillallah..*mendadak alim*

Dapet hukuman saat game ‘bola melambung’ karena music goyang duyu itu berhenti saat bola itu tepat aku tangkap..ohoho..
maju ke depan forum bersama peserta peserta ‘apes’ lain yang mendapat hukuman yang sama yaitu memimpin senam twinnies bersama.. haha..
Setelah itu kita pun nyanyi Laskar Pelangi bersama ( dan aku bersama peserta peserta ‘apes’ lain masih stay di depan audiens)
dan anda tau, yang aku kenakan tadi adalah atasan hitam, krudung pink muda, dengan kaos kaki pink tua (untuk menghindari dinginnya ruangan akibat serangan beberapa AC). Bisa dibayangkan dengan PDnya joged2 di depan peserta ESQ lain..hahay, serrruuu abeeess !! :D

Pelajaran yang sangat diingat hari ini adalah FAST ( Fathonah Amanah Shidiq Tabligh) Sifat-Sifat Rasulullah saw. dan sebuah yel tentang mati. Let’s say “Meninggal asyiiik !!” hoho

Walaupun sangat disayangkan, foto bersama Alumni2 lain, ATS ( Alumni Training Support) dan Trainernya belum sempat tercetak saat aku pulang.
Kalau mau dapet hubungi kemana ya??

Investasi Masa Depan

Beberapa hari terakhir ini jadwalku benar-benar padat.
Tugas tugas kuliah yang jika dilihat-lihat ternyata lumayan banyak.
Jadi Sie Sponsor Seminar “The Next Generation of Internet” yang mengharuskan ku untuk jalan-jalan cari duit*serasa orang minta sumbangan yg dateng ke rumah2*, dikejar kejar waktu dan usaha sekeras-kerasnya agar gimana caranya bisa menghasilkan dana yang melimpah ruah.
Belum lagi Pelatihan Broadcaster yg diadakan Magenta Radio, Radio Kampus UNY. Semacam workshop dan juga tak lepas dari penugasan-penugasan.
Oh, Tuhaaann...praktis tak ada banyak waktu luang untuk berleha-leha. Kamarku juga seperti tak terurus, cucian menumpuk, setrikaan apalagi.

Disela sela rapat seminar sore kemarin aku mengeluhkan hal ini pada Cahyo, koordinator Sie Sponsor.
Kenapa sih kita harus repot-repot ngurusin ini semua?? Buat apa? Ngapain kita capek-capek cari dana? Kita jadi kelabakan antara ngurusin tetek bengek persiapan seminar sama tugas2 lain yang menanti sebagai mahasiswa. Rapat sampai sore yang bahkan tak jarang menimbulkan banyak perbedaan pendapat. Lelah tenaga, Lelah pikiran.
Dengan santai dan senyum senyum Cahyo menjawab, “buat investasi masa depan, La”

Dalem [!]

Mendadak hujan

Hujan tiba tiba turun dengan derasnya setelah cuaca panas beberapa waktu. Percikan air sedikit mengenai wajahku yang kusam karena lelah yang menyergap. Suaranya berceracau hingga harus berteriak saat berbicara. Pun dengan perutku yang ikut-ikutan menggila, karena ditelantarkan oleh empunya

Aku tak bisa menikmati hujan kali ini yang dengan sigapnya memberi siraman pada pohon2 di depanku untuk melepas dahaga. Aku tak bisa merasakan damainya suara hujan kali ini. Perutku berceloteh sekaligus bernyanyi menghiburku.

Aah, bagaimana nasib motorku?? Yang tergeletak manis di halaman sana?? Tanpa atap yang melindunginya. Kekasihku pun sambil lalu menanggapi ocehanku ini.

Sedangkan bapak, hanya berujar, ‘kasihaaan..tiba2 kau bisa jadi pujangga, segera usaha tuk layani perutmu’ yang diutarakan lewat sms setelah aku kirim kata kata di atas.

Bagaimana ini?? Antara menerobos hujan, atau menelantarkan perutku. Sementara teman teman telah menantiku untuk satu kata, rapat ! ugh [!]

*tulisan di atas ditulis di koridor depan kelas sembari menatap sang hujan sebelum laptop mati karena kehabisan baterai, dan di bawah ini dilanjutkan saat sudah ada di kamar kos tercinta*
Lanjuutt..

Setelah hujan yang tanpa permisi itu turun dengan tiba-tiba dan menghiasi rapat seminar sore ini, akhirnya, perutku mendapatkan hadiah yang luaarrr biasa. Ayam bakar lezat serta canda tawa hangat bersama teman teman di dinginnya suasana sore tadi. Kebersamaan itu memang indah, kawan. Sampai tanpa disadari aku menjadi juara. Juara 1 menghabiskan makanan, mengalahkan 2 lelaki di hadapanku. Semua berdecak kagum atas prestasiku, bahkan menawariku untuk nambah..ck.ck.ck..Perutku tak bisa berkompromi soal makanan! :p

Tapi, ada sedikit rasa kecewa yang menyeruak saat bapak tak bisa berkunjung ke rumahku di jogja ini, lebih tepatnya, ke kamarku yang sederhana ini. Pekerjaan membuat beliau ada di bantul hari ini, tetapi tidak untuk ada di kota jogja, apalagi lewat jalan gejayan, atau masuk ke jembatan merah?? Oh,tak mungkin. Beliau hanya berkata tidak bisa mampir karena khawatir kemalaman. Ouuh,,you know what?? I miss him so much !! aku pun masih harus bersabar menunggu untuk bisa bertemu kembali dengan keluarga dan rumah hijau yang selalu merindukan.

Jumat, 20 Maret 2009

Aku ingin itu

banyak orang bisa dapat sesuatu yang aku inginkan.
Kenapa mereka??kenapa bukan aku yang benar2 amat sangat menginginkan itu?
padahal aku pun akan berjanji untuk bersungguh sungguh menjalankan semuanya jika yang aku inginkan itu benar-benar aku raih sekarang.

orang bilang, yang sekarang ini yang terbaik. orang bilang, mungkin bukan jalanku di sana. orang bilang, jalani aja. orang bilang, nanti juga lama-lama kamu bisa, eya.
ya, orang lain bisa banyak bicara.
tapi mereka sama sekali tak tahu,
hatiku berontak ingin memperoleh itu. amat sangat ingin.

apa aku harus menyalahkan sebuah sistem yang secara eksplisit bisa dibilang 'tidak adil'??
atau malah menyalahkan sang Pencipta dengan segala rencana indahNya??
seharusnya, aku bisa menerima dengan lapang hati, menjadi manusia terbaik sepanjang sejarah dengan memasang senyum palsu pada semua orang dan berkata aku senang di sini.

ohohoho...
selalu merasa iri pada mereka yang bisa mendapatkan itu.
Selalu merasa kalau aku pun pantas berada di anatara mereka.

Walaupun selalau yakin 100% terhadap ridho orang tua.
Mereka bilang selalu ingin yang terbaik untukku.
Tapi, yang terbaik apa jika aku sama sekali tidak nyaman dan bahkan serasa setiap harinya melakukan sesuatu yang sia-sia.

Kematian pun bercerita

hari ini satu orang--setidaknya yang aku tahu--telah berpulang padaNYA..
Omku, suami tanteku, ayah sepupuku.

Ibu mengabarkan lewat short message service yang dikirim beberapa waktu yang lalu.
terhenyak, karena tak ada berita sebelumnya yang mengabarkan bahwa beliau sakit atau kecelakaan atau apa.

Hanya sedang bersih bersih halaman, tiba tiba tertelungkup, jatuh dan saat ditolong oleh tetangga, nyawanya sudah pergi, melayang, tenang, Insya Allah..

Betapa waktu begitu cepat, berlalu, tanpa disadari satu demi satu dari kita akan mengalami hal serupa. Mati, sendiri dan meninggalkan semuanya yang tercinta..

Innalillahi...
Semoga bisa lebih baik agar mendapatkan tempat indah di sisiNya.amin

Semua berujar

semua berujar
semua berkata..
tanpa peduli hati lawan bicara.
hanya berprasangka,
tak tahu yg sebenarnya...
lalu apa?
kemudian hanya diam tanpa kata..
yang ada hanya sebercik rasa tak berdaya setelah mendengar ocehannya...

ingin berteriak sekeras-kerasnya.
tak terima,
tak mau dianggap seperti apa yang dikatakannya..

aku hanya bisa apa..??
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...